Search Suggest

Celebrating Ismail Marzuki : Indonesian composer Ismail Marzuki, whose patriotic songs established him as a national hero during the nation’s independence movement

Celebrating Ismail Marzuki
Celebrating Ismail Marzuki : Indonesian composer Ismail Marzuki, whose patriotic songs established him as a national hero during the nation’s independence movement


Doodle hari ini, diilustrasikan oleh artis tamu yang berbasis di Indonesia, Ykha Amelz, merayakan komposer Indonesia Ismail Marzuki, yang lagu-lagu patriotiknya menjadikannya sebagai pahlawan nasional selama gerakan kemerdekaan bangsa.  Pada hari ini di tahun 1968, pemerintah Indonesia menghormati warisannya dengan peresmian apa yang sekarang menjadi Pusat Kesenian Jakarta - Taman Ismail Marzuki (TIM), yang berfungsi sebagai pusat pelestarian warisan budaya Indonesia dan inovasi kreatif dalam seni rupa,  musik, teater, tari, dan film.

 Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Jakarta Pusat, Indonesia pada 11 Mei 1914, ketika wilayah itu berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda.  Meskipun profesi musik tidak umum di komunitas ini, Marzuki tumbuh berlatih hingga lima jam sehari untuk menguasai delapan instrumen: harmonika, mandolin, gitar, ukulele, biola, akordeon, saksofon, dan piano.  Pada usia 17, ia menggubah lagu pertama dari ratusan lagu yang akan ia hasilkan sepanjang kariernya.

 Lagu-lagu Marzuki menangkap perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan nada melankolis sekaligus mewakili ketahanan bangsa melalui melodi yang melambung.  Dia mengisi hati orang Indonesia dengan kebanggaan selama bertahun-tahun dengan menyiarkan lagu-lagunya (sembilan di antaranya menjadi lagu kebangsaan) di radio publik.  Pada tahun 1955, Marzuki mengambil alih sebagai pemimpin Orkestra Studio Jakarta yang bergengsi dan menggubah lagu Pemilihan Umum, tema musik pemilihan umum pertama di Indonesia.

 Untuk menghormati kontribusi budayanya, pemerintah Indonesia menobatkan Marzuki sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2004. Hari ini, pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang Marzuki di TIM, yang memamerkan koleksi pribadinya termasuk lagu-lagu tulisan tangan dan beberapa dari banyak instrumennya.

 Ini untukmu Ismail Marzuki—terima kasih telah menulis soundtrack untuk kemerdekaan Indonesia!
It's Me �� Pradip Sharma ,,, it was being stuck in a dead-end job working for a micro-managing supervisor. There was an incident at work where my supervisor overstepped his bounds. He did somethi…